Rabu, 27 April 2016

9 Tips Mengelola Keluhan Pelanggan


Dalam sebuah bisnis tak jarang para pebisnis akan berhadapan dengan pembeli atau pelanggan yang mengeluh, komplain hingga murka pada layanan atau produk yang diterima. Sebagai pebisnis tentu Anda memang diharuskan memiliki sikap yang professional dalam menghadapi keluhan-keluhan pembeli atau pelanggan.
Dan sebenarnya, jika Anda mau menghadapinya dengan bijak, maka jelas keluhan-keluhan ini akan menjadi keuntungan bagi perkembangan bisnis Anda. Ya, jika Anda sadari dan pahami, keluhan dari pembeli dan pelanggan ini sejatinya adalah “Buying signal” dari para pelanggan Anda.
Buying signal adalah kondisi dimana pelanggan sebenarnya sudah mulai tertarik atau suka pada produk atau layanan bisnis Anda. Hanya saja karena ada sedikit kekurangan yang ada, maka pelanggan ini kecewa dan akhirnya mengeluh.
Jika Anda sebagai pebisnis mampu menangkap peluang ini dengan sedikit bersabar dan melakukan perbaikan pada kekurangan produk atau layanan bisnis Anda, maka Anda akan segera mendapatkan dampak dan hasil yang positif pada pertumbuhan penjualan bisnis Anda. Lalu apa saja dampak positif dari manajemen keluhan yang baik dari keluhan pembeli atau pelanggan Anda? Berikut ulasannya.

1. Build Relationship
Dampak postif pertama yang akan muncul dari manajemen keluhan pelanggan yang baik adalah terciptanya hubungan yang semakin baik dengan para pelanggan Anda. Dan prospek atau peluang untuk mendapatkan pelanggan baru yang potensial akan semakin terbuka.

2. Improve Corporate Image and Reputation
Jika Anda berhasil memanajemen keluhan pelanggan dengan baik maka perusahaan Anda akan dipandang baik oleh publik. Citra, nama baik dan reputasi perusahaan Anda pun akan semakin meningkat karena Anda mampu mempertahankan pelanggan atau membuat win-win solution bagi permasalahan pelanggan Anda.

3. Customer Experience
Pengalaman adalah guru yang paling berharga, kata pepatah mengatakan. Kepuasan pelanggan sudah pasti harus mendapatkan prioritas utama bagi para pebisnis. Ya, dengan muncul keluhan dari pelanggan, seharusnya pebisnis menjadikan hal ini sebagai kesempatan besar untuk bisa memuaskan konsumen.
Dengan Anda mampu mencarikan solusi yang memuaskan konsumen, itu artinya Anda telah menciptakan costomer ecxperience yang baik dan positif.

4. Reduce Customer Complaint
Secara rasional semakin banyak pelanggan yang puas dan memiliki pengalaman yang baik, maka otomatis menurunkan jumlah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Hal ini praktis merupakan keuntungan bagi bisnis yang kita kembangkan.

5. Customer Works for You
Apa yang Anda bayangkan jika para pelanggan Anda bekerja untuk Anda untuk meningkatkan penjualan? tentu ini bukan lagi kabar baik, tapi kabar istimewa dan luar biasa. Dalam tingkatan loyalitas pelanggan Anda telah mendapatkan seorang Advocate, yaitu pelanggan yang tidak hanya membeli secara rutin produk atau layanan Anda, namun ia juga ikut menjual dan merekomendasikan produk dan layanan Anda pada orang lain.
Tentu untuk mendapatkan seorang Advocate ini tidaklah mudah, namun jika Anda mampu memanajemen keluhan pelanggan dengan baik, bukan tidak mungkin pelanggan tersebut akan menjadi seorang advocate bagi perusahaan Anda.

6. Increase Revenue and Increase The Profit
Dengan semakin banyaknya pelanggan yang terpuaskan atas keluhan-keluhannya, maka kemungkinan Anda mendapatkan seorang advocate akan semakin terbuka lebar. Dengan semakin banyak advocate yang Anda miliki, maka akan semakin maka tinggi pula pendapatan dan keuntungan yang bisa Anda peroleh dari penjualan dari produk atau layanan bisnis Anda.

7. Growing Company
Penjualan yang semakin meningkat dari hasil keterlibatan para pelanggan Advocate ini tentu akan semakin menumbuhkan perusahaan Anda. Apalagi jika Anda mampu membuat jalinan (retensi) yang baik dengan para advocate ini secara berkelanjutan, maka bukan tidak mungkin perusahaan Anda akan semakin berkembang dengan signifikan. Semua hal ini bisa Anda peroleh jika Anda mau memanjemen dengan baik keluhan-keluhan yang datang dari konsumen dan para pelanggan Anda.

8. Winning The Competition
Persaingan seketat apapun, jika Anda telah mampu membuat pelanggan yang mengeluh tadi menjadi advocate Anda, maka secara otomatis persaingan pun akan dengan mudah Anda menangkan.

9. Best Choice Employeer
Sebagai perusahaan yang memiliki citra baik di mata masyarakat, tentu akan sangat mudah buat Anda untuk kemudian mendapatkan para staff atau karyawan yang bertalenta dan berbakat untuk perusahaan Anda. Hal ini bisa Anda peroleh jika Anda mampu melakukan manajemen keluhan konsumen dan pelanggan dengan baik dan benar.
(***)

5 Tips menjadi Orang yang lebih Bertanggungjawab




Tanggungjawab adalah skill, dia tidak datang ketika Anda lahir, tidak bisa didapatkan di sekolah maupun lembaga formal. Dengan tanggungjawab Anda belajar berkomitmen terhadap sesuatu hal. Ini adalah perpaduan perkataan, sikap dan perbuatan. Anda membentuk tanggungjawab Anda sendiri. Sebagai contoh, Anda bisa memilih bangun lebih awal atau bangun kesiangan, Anda berhak memilih menabung atau membelanjakan uang Anda.
Lalu bagaimana menjadikan diri Anda sebagai orang yang bertanggungjawab, dikutip dari lifehack.org yuk simak tips berikut...

1. Berhenti memberikan alasan untuk diri Anda sendiri
Jika Anda melakukan kesalahan, akui saja, jangan malah menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain untuk kesalahan Anda membuktikan bahwa Anda memang gagal untuk melakukan suatu hal/pekerjaan. Dengan alasan Anda memberikan kesempatan pada diri Anda untuk menjadi orang yang tidak bertanggungjawab. Dibutuhkan pikiran yang jernih untuk memilah mana yang harus Anda lakukan atau tidak.

2. Berhenti mengeluh
Orang yang suka mengeluh merupakan cerminan orang yang banyak bicara tanpa ada tindakan nyata. Sebagai gantinya, cobalah untuk berhenti mengeluh dan mulai bertanggungjawab terhadap diri Anda sendiri. Jika Anda kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada Anda cobalah untuk tidak mengeluh, coba cari solusi, misalnya diskusi atau sharing dengan rekan kerja yang lebih mengetahui mengenai pekerjaan tersebut.

3. Belajar kelola keuangan
Biasanya orang menghabiskan penghasilannya sebelum akhir bulan. Bahkan terkadang mereka sengaja mengabaikan tagihan yang datang kepada mereka. Ini adalah contoh tindakan yang tidak bertanggungjawab. Jika Anda ingin lebih serius dan hidup seperti orang normal pada umumnya, mulailah kelola keuangan Anda dengan bijak. Prioritaskan tagihan/cicilan lebih dahulu ketimbang kepentingan yang lain pada saat Anda gajian. Rencanakan pengeluaran Anda dengan seksama dan jangan lupa sisihkan uang Anda untuk menabung atau berinvestasi. Ini lebih baik dibandingkan dengan membelanjakan penghasilan Anda untuk barang-barang yang tidak benar-benar Anda butuhkan hanya untuk memuaskan keinginan saja.

4. Hindari kebiasaan menunda
Anda memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari. Tetapi apa yang Anda lakukan? Bersantai, browsing, update sosial media atau kongkow bersama sahabat. Ini adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Ketika datang tugas kepada Anda, maka selesaikanlah pekerjaan sesuai waktunya! Anda harus fokus terhadap pekerjaan Anda. Sesekali refreshing membaca buku atau berolahraga bisa dilakukan agar tidak bosan dan Anda tetap bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

5. Konsisten dan patuhi jadwal Anda
Memiliki kebiasaan itu bagus. Rutinitas artinya kewajiban yang harus Anda lakukan setiap harinya dan ini menandakan Anda sudah berada di jalur yang tepat. Jika Anda bekerja, usahakan bangun lebih awal di jam yang sama, bahkan ketika akhir pekan. Ini yang namanya konsistensi. Anda harus memiliki jadwal mana yang menjadi waktu bagi pekerjaan dan peran sebagai suami/ayah bagi keluarga di rumah.
Menjadi seseorang yang bertanggungjawab artinya Anda bisa mengatur semua kegiatan yang Anda lakukan. Tidak menyalahkan kesalahan kepada orang lain dan juga hindari rasa malas pada saat bekerja. Selesaikanlah apa yang menjadi tugas dan fungsi Anda sebagai manusia di dunia. (nas)
(***)